Sejarah

Yayasan Baithani pertama kali mendirikan Panti Asuhan pada tahun 1958–1959 sebagai upaya menolong anak-anak desa yang tidak dapat bersekolah. Pada masa itu, pendidikan dasar hanya tersedia di Nongkojajar, sehingga anak-anak yang tinggal jauh dari sana mengalami kesulitan untuk menempuh pendidikan. Melihat kondisi tersebut, Bapak Tan Ikhwan Zakaria, yang saat itu memiliki usaha pabrik kulit di Malang dan sering berkeliling ke desa-desa, terdorong untuk mendirikan panti asuhan agar anak-anak dapat melanjutkan sekolah dasar. Namun, setelah menyelesaikan pendidikan SD, mereka kembali menghadapi kendala karena SMP terdekat hanya ada di Purwosari dan Purworejo, yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan biaya tambahan. Oleh karena itu, pada tahun 1960–1961, didirikanlah SMP Kristen Baithani, yang menjadi sekolah menengah pertama di wilayah Kecamatan Tosari, Tutur, hingga Purwodadi Kehadiran SMP ini sangat berdampak positif, karena banyak lulusannya yang kemudian menjadi tokoh penting di masyarakat, seperti kepala desa maupun pemimpin di berbagai bidang. Sejak berdiri, SMP Kristen Baithani juga menjadikan semboyan “Gusti, Getol, Guyub” sebagai pedoman, yang bermakna bertakwa kepada Tuhan Yesus Kristus, bekerja keras dengan semangat, serta membangun kebersamaan dalam kasih dan gotong royong.

Visi

Terbentuknya manusia Indonesia yang seutuhnya, yang bermutu kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta berwawasan lingkungan berdasarkan iman Kristiani.

Misi

Tujuan